COPYRIGHTED CONTENTS / HAKCIPTA TERPELIHARA

myfreecopyright.com registered & protected

Saturday, September 11, 2010

First Person: A Proud Muslim and American

here's an article that i scooped, copied and pasted into my blog. my intention of copying this article from is to share with everyone on how a Muslim deals with the issues of 9/11. This article was by M.Mahmoud, and it was all in English. to make this easy, i translated the article into Bahasa Malaysia, for the ease of my fellow Malaysian readers. I have no ill-intention for copying the article, i just want to share. thanks.


In English

M. Mahmoud
It has been nine years since the Sept. 11 attacks on America, yet I remember them as if it were yesterday. I was a senior in high school. I remember my teacher immediately turned on the television. The first thing I saw was the media showing a group of Muslims celebrating the attacks. I got a sick feeling in my stomach and I began to cry.
I am an American Muslim. That day, I was praying that the terrorists did not invoke Islam in the attacks, but I was wrong. The terrorists who called themselves "Muslims" took responsibility for the attacks and because of that, my life has changed ever since.
Now, nine years after 9/11, I have learned to stay true to my religion while showing my patriotism. I have gone to rallies for peace, walking side-by-side with people from all races and religions. I hold the American flag in one hand while wearing my head scarf proudly. I only wish to be accepted as an American Muslim and live free in this country, as it is my right. I am proud to stand up and say I am a Muslim American.
I was born and raised in the small town of Kingston, Pa. There, little or nothing was known about Islam. My high-school principal did not know much about Islam -- only that he had three Muslim senior girls in the school who wore head scarves. Before 9/11, we were accepted by all in our school, even though we stood out because of our dress. Students were interested in learning about Islam and accepted our traditions and religion. However, with 9/11, I saw an extreme change.
It started with the day of the attacks. My principal gathered me and the other two Muslim girls and told us to go into the library for our own safety. I was very scared. I didn't do anything wrong and did not understand why I would be targeted. I am American, I thought, and I am affected by the attacks as well.

During my senior year, I was looked at much differently than I was in my junior year. Students whom I called my friends one year looked at me as a different person after 9/11. I remember one day in particular when a neighbor I went to kindergarten with yelled at me down the school's stairway. All I heard from him was "******* towel head." I was shocked. I never had a problem with him in the past. He laughed and walked away.
The verbal abuse continued after high school and in my career. During a phone interview for job, the person doing the hiring seemed interested. But when I went into the office for the actual interview, I was looked at like an alien. An example question during the interview: "If we ordered pizza and it had pork on it, would you be able to pick it up?" I nearly started laughing out loud, as I did not understand how picking up a pizza would qualify me for an office management job. It is amazing how over the years I still get treated differently because of my faith.
My mother is an American Christian, and she had every right to fear what people would do to her children. I used to have a bumper sticker on the back of my little white Honda Civic with the sign of Islam (a crescent and star) stating that "I Love Islam." When I got home from school on Sept. 11, my mom was waiting outside and told me to get rid of the sticker.
Since the attacks, I have experienced much harassment. While I walk down the street, I've heard people scream out their windows for me to go back to where I came from. On Memorial Day this year, I was walking my son when a man screamed those exact words from his car. I was extremely hurt and continued walking with tears in my eyes. I fear that my child will have to grow up with this prejudice simply because of one tragic day in America.
I am an American, a Muslim, a daughter, a mother and a sister. Islam teaches peace and respect for all religions. I am sick of apologizing for the people who took Islam and turned it into a hated religion. These people are not Muslim, in my eyes. They go against everything that Islam teaches. I hope that one day we are accepted once again and I no longer have to live in fear just because of the faith I practice. 

Translated into Bahasa Malaysia
Mahmoud M. 
Sudah sembilan tahun semenjak serangan 11 September di Amerika, namun saya masih mengingatinya. Pada masa itu saya merupakan seorang pelajar senior di sebuah sekolah. Saya ingat guru saya menghidupkan televisyen. Perkara pertama yang saya lihat adalah media memaparkan sekumpulan Muslim meraikan serangan tersebut. Saya merasa loya dan sebak, dan saya mula menangis.

Saya seorang Muslim yang menetap di Amerika. 
Pada hari itu, aku berdoa pengganas tidak menggunakan Islam sebagai alasan serangan, tapi aku salah. Para pengganas yang menyebut diri mereka itu sebagai  "Muslim" telah bertanggungjawab di atas serangan itu, dan, hidup saya sudah berubah sejak itu.

Sekarang, sembilan tahun setelah 9 / 11, saya telah belajar untuk tetap setia dengan agama saya sambil menunjukkan patriotisme saya. 
Saya telah pergi ke demonstrasi untuk keamanan, berjalan bersama orang-orang dari semua bangsa dan agama. Saya memegang bendera Amerika di satu tangan sambil memakai tudung dengan rasa bangga. Aku hanya ingin diterima sebagai seorang Muslim Amerika dan hidup bebas di negara ini, seperti yang lain. Saya bangga berdiri dan berkata “Saya seorang Muslim Amerika”.

Saya dilahir dan dibesarkan di bandar kecil Kingston, sebuah kawasan yang hanya sedikit atau tidak diketahui tentang Islam. 
Pengetua sekolah tinggi saya tidak tahu banyak tentang Islam – beliau hanya tahu bahawa terdapat tiga pelajar perempuan muslim bertudung di sekolah. Sebelum 9 / 11, kami diterima baik oleh semua di sekolah kami. Pelajar-pelajar lain tertarik untuk belajar tentang Islam dan menerima tradisi dan agama. Namun, selepas 9 / 11, saya melihat sebuah perubahan yang ekstrim.

Pada hari serangan tersebut, Pengetua sekolah telah menyuruh kami pelajar-pelajar Muslim untuk pergi ke perpustakaan untuk keselamatan. Saya menjadi sangat takut. Saya tidak melakukan sebarang kesalahan, dan tidak mengerti mengapa saya akan menjadi sasaran. Saya seorang warga Amerika, jadi saya fikir, saya juga telah ditindas oleh serangan pengganas-pengganas tersebut.

Sepanjang tahun senior, saya dapat melihat perbezaan yang ketara. Rakan-rakan lain mempunyai tanggapan yang lain terhadap diri saya. Saya dapat ingat, pada suatu ketika, jiran saya semenjak kecil, menengking saya semasa saya menuruni tangga sekolah. Saya terkejut kerana saya tidak pernah mempunyai sebarang masalah dengan dia di masa lalu. 
Dia tertawa dan berjalan pergi.

Gangguan secara lisan berlanjutan selepas sekolah tinggi dan dalam kerjaya saya. 
Dalam temuduga melalui telefon, penemuduga seakan tertarik.Tapi ketika saya pergi ke pejabat untuk temuduga yang sebenarnya, saya dilihat seperti makhluk asing. Contoh soalan penemuduga: "Jika kami menempah pizza daging babi, bolehkah anda mengambilnya?" Saya cuma ketawa, kerana saya tidak mengerti kaitan mengambil pizza daging babi akan memenuhi syarat saya untuk kerja pengurusan pejabat. Sungguh menakjubkan betapa selama bertahun-tahun saya masih diperlakukan secara berbeza hanya kerana agama saya berbeza.

Ibu saya adalah seorang Kristian Amerika, dan dia takut atas apa yang orang akan lakukan ke atas anak-anaknya. 
Saya pernah mempunyai stiker kereta dengan tanda Islam (bulan sabit dan bintang) "I Love Islam." Ketika saya pulang dari sekolah pada September 11, ibu sudah menunggu di luar dan menyuruh untuk saya menanggalkan stiker itu.

Sejak serangan, saya telah mengalami banyak gangguan. Pernah suatu ketika, Semasa saya berjalan-jalan, saya mendengar orang berteriak dari tetingkap menyuruh saya untuk kembali ke tempat asal saya. 
Pada Memorial Day tahun ini, semasa saya berjalan dengan anak lelaki saya, seorang lelaki tiba-tiba berteriak dari keretanya. Saya sangat terluka dan terus berjalan sambil menangis. Saya takut anak saya akan membesar dengan prasangka ini, hanya kerana satu hari yang tragis di Amerika.

Saya seorang Amerika, seorang Muslim, seorang anak perempuan, seorang ibu dan saudara perempuan. Islam mengajarkan perdamaian dan menghormati semua agama. Saya sudah bosan meminta maaf untuk orang-orang yang menyalahgunakan Islam dan menjadikan Islam sebuah agama yang dibenci. Pengganas-pengganas ini bukanlah Muslim sejati, di mata saya. Mereka menentang semua ajaran-ajaran murni dalam Islam. Saya berharap bahawa suatu hari kami (Muslim) akan diterima sekali lagi dan saya tidak lagi harus hidup dalam ketakutan hanya kerana agama Islam yang saya anuti. 


No comments:

Post a Comment

what's your say...
apa kata anda...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...